Categories INTERMEZZO

Berani Mengetahui, Berani Berpikir … !!!

Jakarta (HukumWatch) :

Dalam perjalanan panjang peradaban manusia, dua pilar penopang kemajuan adalah keberanian untuk mengetahui dan keberanian untuk berpikir.

Keduanya saling terkait, bak lingkaran, yupp … tak terpisahkan. Dialah pendorong kita melampaui batas-batas pengetahuan dan pemahaman.

Dan Keberanian untuk Mengetahui, merupakan pendorong yang mendasar untuk kita menjelajahi dunia di sekitar kita, untuk memahami misteri alam semesta, dan untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi.

Ini adalah semangat yang menggerakkan para ilmuwan, filsuf, penjelajah sepanjang sejarah, dan juga para wartawan dimanapun berada.

Namun, keberanian untuk mengetahui tidak selalu mudah. Ia sering kali menuntut kita untuk menghadapi ketidakpastian, untuk menantang keyakinan yang mapan, dan untuk mengakui ketidaktahuan kita.

Ia membutuhkan kerendahan hati untuk menerima bahwa pengetahuan kita terbatas, dan keberanian untuk terus mencari jawaban.

Sedangkan keberanian untuk berpikir adalah kemampuan untuk merenungkan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi secara kritis.

Ini adalah kemampuan untuk mempertanyakan asumsi, untuk mengidentifikasi bias, dan untuk mengembangkan pemikiran yang independen.

Keberanian untuk berpikir juga berarti berani untuk mengungkapkan pendapat kita, bahkan ketika itu tidak populer atau kontroversial.

Ia membutuhkan keberanian untuk menentang status quo, untuk memperjuangkan kebenaran, dan untuk membela apa yang kita yakini.

Hubungan Timbal Balik

Keberanian untuk Mengetahui dan Keberanian untuk Berpikir saling memperkuat. Keberanian untuk mengetahui memberi kita bahan untuk berpikir, sementara keberanian untuk berpikir memungkinkan kita untuk memahami dan menafsirkan informasi yang kita peroleh.

Tanpa keberanian untuk mengetahui, pikiran kita akan stagnan, terbatas pada pengetahuan yang sudah ada.

Tanpa keberanian untuk berpikir, pengetahuan kita akan dangkal, tidak mampu menghasilkan wawasan baru atau solusi inovatif.

“Berani Mengetahui, Berani Berpikir” memiliki implikasi yang mendalam dalam kehidupan kita sehari-hari.

Keberanian untuk Mengetahui dan Keberanian untuk Berpikir. Kita dapat membuka potensi penuh kita, menjalani kehidupan yang lebih bermakna, dan berkontribusi pada dunia yang lebih baik.

“Sapere Aude” !!!

)**Oleh Bambang Tjoek Priambodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like