Categories CRIME STORY

Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Penuhi Panggilan Bareskrim, Kasus PT DSI Kian Terang

Jakarta ! HukumWatch.com –

Pasangan selebritas Dude Harlino dan Alyssa Soebandono memenuhi panggilan Bareskrim Polri pada Kamis (2/4/2026). Keduanya hadir untuk memberikan keterangan dalam penyidikan kasus dugaan penipuan hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan PT Dana Syariah Indonesia (DSI).

Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam pengembangan kasus yang kini menjadi sorotan publik. Penyidik berupaya mengurai alur keterlibatan berbagai pihak, termasuk figur publik yang pernah terlibat dalam promosi perusahaan tersebut.

“Undangan untuk ngasih keterangan terkait dengan PT DSI dari Bareskrim,” ujar Dude Harlino kepada awak media di Gedung Bareskrim, Jakarta.

Dude menegaskan bahwa ini merupakan kali pertama dirinya dimintai keterangan oleh penyidik dalam kasus tersebut. Ia menyampaikan harapannya agar informasi yang diberikan dapat membantu proses hukum berjalan transparan dan objektif.

“Pertama kali juga, mungkin Bareskrim butuh informasi dari kita, mudah-mudahan bisa bermanfaat,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Ade Safri Simanjuntak, memastikan bahwa pemanggilan terhadap Dude Harlino dan Alyssa Soebandono murni dalam kapasitas sebagai saksi.

“Pemeriksaan atau pemanggilan terhadap DH dan istrinya A dalam kapasitas sebagai saksi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan fakta penyidikan dan keterangan sejumlah saksi serta alat bukti yang telah dikumpulkan, pasangan tersebut diketahui pernah terlibat sebagai brand ambassador dalam promosi bisnis PT DSI.

“Dari fakta penyidikan, kedua saksi dimaksud pernah dilibatkan dalam promosi bisnis PT DSI sebagai brand ambassador,” jelasnya.

Perkembangan ini memperlihatkan bahwa proses penegakan hukum terus berjalan dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, serta mengedepankan transparansi dan akuntabilitas. Keterlibatan figur publik dalam sebuah entitas bisnis kini menjadi perhatian serius, terutama dalam konteks perlindungan masyarakat dari potensi kerugian.

Kasus PT Dana Syariah Indonesia sendiri menjadi pengingat penting bagi publik untuk lebih cermat dalam memilih investasi, serta menilai kredibilitas perusahaan, meskipun dipromosikan oleh tokoh terkenal.

Langkah Bareskrim Polri memanggil saksi dari kalangan publik figur menunjukkan keseriusan dalam membongkar perkara secara menyeluruh. Di tengah derasnya arus promosi dan kepercayaan publik terhadap figur terkenal, penegakan hukum harus tetap berdiri tegak—tajam, objektif, dan tidak tebang pilih. Inilah momentum penting untuk menegaskan bahwa keadilan tidak hanya ditegakkan, tetapi juga harus terlihat ditegakkan.

Masyarakat kini menanti transparansi lanjutan dari proses hukum ini. Satu hal yang pasti, setiap fakta yang terungkap akan menjadi pijakan menuju keadilan yang utuh dan tak terbantahkan.

)**Djunod / Tjoek / Foto Ist.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like