Categories INTERMEZZO

Indonesia Kembali Berduka Try Sutrisno Wakil Presiden Ke-6 Republik Indonesia Meninggal Dunia

Jakarta ! Hukumwatch.com –

Indonesia kembali berduka. Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta. Almarhum wafat dalam usia 90 tahun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah dimandikan di RSPAD Gatot Soebroto sebelum disemayamkan di rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. Prosesi pemakaman direncanakan berlangsung di Taman Makam Pahlawan Kalibata dengan upacara penghormatan militer.

Kepergian Try Sutrisno menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Sosoknya dikenal luas sebagai pribadi sederhana, jujur, dan memiliki komitmen kuat terhadap kepentingan rakyat. Dalam setiap amanah jabatan yang diemban, ia menunjukkan integritas dan kedisiplinan tinggi.

Kiprah dan Rekam Jejak Pengabdian

Try Sutrisno memiliki perjalanan karier militer dan kenegaraan yang panjang serta penuh dedikasi. Ia menjabat sebagai Panglima ABRI periode 1988–1993, Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998, Kepala Staf Sosial Politik ABRI (1985–1988), Pangkostrad (1985), serta Pangdam Jaya (1982–1985).

Sebagai Wakil Presiden, ia dikenal fokus mendorong pembangunan pertanian dan kesejahteraan masyarakat desa. Ia menekankan pentingnya swasembada pangan sebagai fondasi ketahanan nasional.

Konsep pembangunan yang ia dorong meliputi peningkatan produksi melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian, pemberdayaan petani dan koperasi, pembangunan infrastruktur irigasi, serta diversifikasi ekonomi pedesaan. Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Pendekatan yang ia lakukan menempatkan petani sebagai subjek pembangunan. Ia percaya bahwa kemandirian pangan adalah kunci stabilitas bangsa. Prinsip tersebut menjadi pijakan strategis dalam setiap kebijakan yang ia dukung.

Integritas dan Pesan Kebangsaan

Selain di pemerintahan dan militer, Try Sutrisno juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Golf Indonesia dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Serangan Umum 1 Maret. Aktivitas tersebut menunjukkan konsistensinya dalam menjaga semangat nasionalisme dan sejarah perjuangan bangsa.

Dalam berbagai kesempatan, ia selalu mengingatkan pentingnya persatuan dan kesatuan Indonesia. Pesan terakhir yang disampaikannya sebelum wafat adalah, “Tetaplah bersyukur dan berdoa.” Ia juga berpesan agar seluruh elemen bangsa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepergian Try Sutrisno bukan sekadar kehilangan seorang tokoh nasional. Bangsa ini kehilangan figur negarawan yang memegang teguh etika, disiplin, dan loyalitas terhadap tanah air. Rekam jejaknya menjadi catatan penting dalam sejarah perjalanan demokrasi dan pembangunan Indonesia.

Kini, sejarah mencatat satu lagi putra terbaik bangsa telah berpulang. Namun nilai pengabdian, integritas, dan semangat persatuan yang diwariskannya akan tetap hidup dalam denyut nadi Indonesia. Selamat jalan, Jenderal. Dedikasi dan keteladananmu akan terus menjadi cahaya bagi generasi penerus negeri.

)**Fjunod / Foto Ist.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like