Jakarta ! HukumWatch.com –
Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, CEO HUKUMWATCH.COM, Handy S.H., M.H., menyampaikan bahwa ini momentum sakral dan dinilai sebagai waktu terbaik untuk memperkuat spiritualitas sekaligus mempererat kepedulian sosial di tengah dinamika kehidupan perkotaan, khususnya di Jakarta.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/2), Handy menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya peristiwa tahunan dalam kalender Hijriah, melainkan ruang refleksi yang menghadirkan nilai empati, solidaritas, dan penguatan integritas pribadi.
“Kami dari tim advokat mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan. Semoga di bulan suci ini kita diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa,” ujar Handy.
Komitmen Sosial Ramadan
Sebagai advokat sekaligus pimpinan media hukum nasional, Handy menyampaikan bahwa timnya akan menggelar kegiatan sosial berupa pembagian takjil gratis pada pekan pertama Ramadan di wilayah Jakarta.
Sekaligus kegiatan ini melibatkan unsur advokat dan jurnalis yang tergabung dalam jejaring kerja HUKUMWATCH.COM.
Langkah tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Handy menekankan bahwa berbagi takjil merupakan simbol nyata kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, terutama bagi mereka yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka.
“Insyaallah niat kami akan berbagi takjil bersama tim jurnalis sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian sosial,” katanya.
Menguatkan Sinergi Advokat dan Insan Pers
Pelaksanaan pembagian takjil akan dilakukan secara langsung kepada masyarakat menjelang azan Magrib. Selain membantu warga, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara advokat dan insan pers dalam semangat kolaborasi yang konstruktif.
Dalam perspektif sosial, Ramadan menghadirkan energi kebersamaan yang autentik. Nilai ini selaras dengan prinsip kerja profesional yang menjunjung tinggi integritas, keadilan, dan kebermanfaatan publik.
Sebagai media hukum, HUKUMWATCH.COM memandang bahwa keberpihakan kepada kepentingan masyarakat harus diwujudkan melalui aksi konkret, bukan sekadar narasi.
Handy berharap Ramadan 1447 Hijriah menjadi ruang pembenahan diri dan penguatan moral bagi seluruh elemen bangsa.
Ia juga mendoakan agar umat Muslim diberi kesehatan, kelancaran ibadah, serta kesempatan meraih kemenangan di Hari Raya Idulfitri. “Semoga kita semua selalu sehat dan istiqamah menjalankan ibadah,” tutupnya.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ramadan adalah panggilan nurani untuk memperluas empati, memperdalam keimanan, dan memperkuat kontribusi nyata bagi sesama.
Ketika nilai spiritual bertemu aksi sosial, di sanalah keberkahan menemukan maknanya yang paling hakiki—kuat, terhormat, dan meninggalkan jejak yang tak tergoyahkan.
)**Djunod / Tjoek / Foto Ist

