Jakarta ! HukumWatch.com –
Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan yang akrab disapa Noel, menegaskan bahwa kondisi kesehatannya tetap prima selama menjalani masa penahanan di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pernyataan itu disampaikan Noel menjelang sidang pembacaan surat dakwaan kasus dugaan pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), yang digelar pada Senin, 19 Januari 2026.
Di hadapan awak media dan ruang sidang, Noel menyampaikan bahwa dirinya tidak hanya sehat, tetapi juga mengalami peningkatan berat badan selama berada dalam tahanan KPK.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai bukti bahwa pelayanan dasar di rumah tahanan berjalan dengan baik dan terukur.
“Sehat dong, puji Tuhan. Saya ditahan KPK makin gemuk, makin segar,” ujar Noel dengan nada tenang.
Noel menjelaskan bahwa kesehatan fisiknya tidak terlepas dari asupan makanan yang dinilainya memiliki standar gizi seimbang.
Menurutnya, pengelola rumah tahanan KPK menyediakan makanan dengan nutrisi dan vitamin yang mencukupi kebutuhan tubuh tahanan.
“Makanannya, nutrisinya, vitaminnya pas semua. Yang enggak pas kebutuhan batin kita,” katanya singkat namun bermakna.
Sidang perdana ini menjadi babak awal proses hukum yang harus dijalani Noel setelah KPK secara resmi menetapkannya sebagai tersangka pada tahun lalu.
Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan praktik pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 di Kemnaker, sebuah isu yang menyentuh langsung aspek keselamatan kerja dan tata kelola pemerintahan.
Sebagai tokoh publik yang pernah berada di lingkaran kekuasaan, kehadiran Noel di ruang sidang menarik perhatian luas.
Publik kini menanti jalannya proses hukum secara transparan, adil, dan berlandaskan asas praduga tak bersalah, sebagaimana dijamin dalam sistem peradilan Indonesia.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa jabatan adalah amanah, dan setiap kewenangan memiliki batas hukum yang tidak boleh dilanggar.
Proses hukum yang berjalan akan menjadi ujian, bukan hanya bagi individu, tetapi juga bagi komitmen negara dalam menegakkan integritas dan keadilan tanpa pandang bulu.
Pada akhirnya, kesehatan fisik mungkin dapat terjaga oleh asupan gizi dan rutinitas teratur, namun kesehatan moral dan kepercayaan publik hanya dapat dipulihkan melalui kebenaran, kejujuran, dan putusan hukum yang berkeadilan—dan di sanalah sesungguhnya sidang ini menemukan maknanya yang paling menentukan.
)**Djunod / Foto Ist.

